Makalah Narkoba dan pergaulan bebas
MAKALAH
“NARKOBA DAN PERGAULAN BEBAS”
D
I
S
U
S
U
N
Oleh :
ABDUL MAJID PANE 1720500106
DOSEN
PENGAMPU :
INDRA MAHDI RITONGA, M.Pd

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN )
PADANGSIDIMPUAN
T.A 2020
DAFTAR ISI
Cover.......................................................................................................................
Daftar isi................................................................................................................. i
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar belakang............................................................................................. 1
B. Rumusan masalah........................................................................................ 1
C. Tujuan Masalah............................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian narkoba...................................................................................... 3
B. Jenis-jenis narkoba....................................................................................... 3
C. Bahaya dalam pemakaian
narkoba............................................................... 4
D. Upaya pencegahan
terhadap penyebaran narkoba....................................... 5
E. Upaya pengobatan kepada
seseorang candu terhadap narkoba................... 5
F. Pengertian pergaulan
bebas.......................................................................... 6
G. Faktor penyebab
terjadinya pergaulan bebas............................................... 7
H. Akibat yang ditimbulkan
dari pergaulan bebas........................................... 8
I. Pencegahan pergaulan
bebas........................................................................ 9
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan..................................................................................................
B. Saran............................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Keadaan teknologi yang
semakin berkembang mulai dari kita lihat sekarang sudah tidak asing lagi untuk
kalangan masyarakat millennial atau anak anak jamansekarang. Seiring dengan
perkembangan zaman tersebut banyak sekali anak anak yang mengikuti trend dan orang
tua menuntut anak-anak nya untuk mengikuti apa yang terjadi dengan
sekarang. Bisa dilihat sebagian anak
remaja mengikut teknologi ke arah yang positif dan tidak banyak pula anak-anak
remaja banyak terjadi kenakalan akibat dari kurang pengawasan dari orangtua.Tumbuh
kembang remaja pada sekarang sudah sangat
sulit diawasi dari orang tua. Banyak media massa memberitakan kejadian tersebut akibat dari kebiasaan anak-anak yang sudah
mengikut trend masa kini mulai dari merokok, tawuran pemerkosaan anak-anak SMP
dan anak SMA dan memakai narkoba dan lain-lain. Akibat dari hal tersebut
sungguh merugikan diri dari anak tersebut dan meresahkan lingkungan dan orang tua dari remaja
tersebut. Tentunya kejadian ini akan memprihatinkan, seharusnya anak anak lah
yang akan menjadi generasi penerus bangsa dan menjadi pemimpin di masa yang
akan datang. Apabila kebiasaan anak di waktu kecil sudah hancur masa depannya
akan menjadi suram.
B.
Rumusan masalah
- Apa
yang dimaksud pengertian narkoba?
- Sebutkan
jenis-jenis narkoba?
- Apa
saja bahaya dalam pemakaian narkoba?
- Apa
saja upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba?
- Apa
saja upaya pengobatan kepada seseorang candu terhadap narkoba?
- Apakah
pengertian pergaulan bebas?
- Apa
saja faktor penyebab terjadinya pergaulan bebas ?
- Apakah
akibat yang ditimbulkan dari pergaulan bebas ?
- Bagaimana
pencegahan pergaulan bebas?
C.
Tujuan Masalah
- Untuk
mengetahui Apa yang dimaksud pengertian
narkoba
- Untuk
mengetahui Sebutkan jenis-jenis narkoba.
- Untuk
mengetahuiApa saja bahaya dalam pemakaian
narkoba.
- Untuk
mengetahuiApa saja upaya pencegahan
terhadap penyebaran narkoba.
- Untuk
mengetahuiApa saja upaya pengobatan
kepada seseorang candu terhadap narkoba.
- Untuk
mengetahui Apakah pengertian pergaulan
bebas.
- Untukmengetahui Apa saja faktor penyebab
terjadinya pergaulan bebas
- Untuk
mmengetahui Apakah akibat yang ditimbulkan dari pergaulan bebas
- Untuk
mengetahui Bagaimana pencegahan pergaulan
bebas.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Narkoba
Pengertian narkoba
secara bahasa adalah narkoba berasal dari bahasa inggris yang artinya membius atau membuat tidur.Narkoba sendiri
dari ari lainber berarti narke atau narkam yang artinya terbius sehingga
dibawah sadar atau tidak bisa merasakan apapun.Bahasa narkotika berasal dari
kata narcotic yang berupa arti sesuatu yang dapat menghilangkan rasa sendi dan nyeri dan di kemudian hari dapat menimbulkan efek yang berkepanjangan, dari
bahan bius dan obat.
Dalam kamus besar bahasa
Indonesia juga menafsirkan narkoba sebagai golongan dari narkotika sesuatu obat
yang dapat menenangkan rasa sakit dan obat penenang, menghilangkan rasa sakit
dan sendi, menimbulkan rasa yang mengantuk atau terangsang. Di dalam dunia kedokteran, narkoba atau narkotika sendiri
obatyang dapat menghilangkan rasa sakit dan nyeri yang berasal dari alat-alat rongga dada rongga perut dsb, juga dapat membuat keadaan yang sadar
menimbulkan kecanduan dan adiksi.
Maksud dari narkotika
yang terdapat pada UU NO. 22 tahun 1997 adalah tanaman yang papaver,
opium mentah, masak, seperti jenis
candu, jicing opium obat, morfina, jicingko,
koka, daun koka, tanaman ganja, damar ganja, ekgonina, garam-garam, morfin dan tanaman turunan yang lainnya. [1]
B.
Jenis- Jenis Narkoba
1.
Opium, yaitu warna putih getah keluar dai kota
biji tanama papaper sammi vervum dan menjadi
beku, dan menering berwarna hitam cokla and dapat di olah menjadi candu
mentah dan kasar.
2.
Morfin, yaitu dalam dunia kesehatan banyak
digunakan sebagai obat penenangan dan timbul rasa sakit dan nyeri pada manusia
yang bahan bakunya dari candu atau
opium.
3.
Ganja yaitu marihuana yang berarti bisa
memabukkan atau meracuni, pohon ganja
sendiri termasuk tumbuhan yang liar, yang dapat tumbuh daerah subtropis
dan tropis sesuai dengan iklim dan daerah setempat.
4.
Cocaine yaitu merupakan tumbuhan-tumbuhan yang
dapat dijadikan obat perangsang, dan kebanyakan tumbuh di daerah amerika
selatan, Ceylon, india dan jawa. Banyak dijumpai.
5.
Heroin yaitu,
tidak sama halnya dengan morfin karena jenis ini masih
banyak digunakan medis berasal dari andu, setelah melalui proses kimia dan
pengujiannya.
6.
Shabu-shabu yaitu bentuk seperti bumbu masak,
yang kecil berbentuk Kristal warna putih, tidak berbau, dan sangat mudah larut
dalam air alcohol.
7.
Ekstasi yaitu
Zat atau bahan yang tidak termasuk kategori narkotika atau alkohol,
dan merupakan jenis zat adiktif yang tergolong simultansi (perangsang)
8.
Putaw yaitu, Merupakan minuman
khas Cina yang mengandung alkohol dan sejenis heroin yang serumpun dengan
Ganja, pemakaiannya dengan menghisap melalui hidung atau mulut, dan penyuntikan ke pembuluh darah.
9.
Alkohol yaitu, Termasuk dalam zat adiktif, yang
menyebabkan ketagihan dan ketergantungan, sehingga dapat menyebabkan keracunan
atau mabuk
10. Sedativa/Hipnotika di dalam dunia kedokteran terdapat
jenis-jenis obat yang berkhasiat sebagai obat penenang, dan golongan ini
termasuk psikotropika golongan IV.[2]
C.
Bahaya dalam pemakaian
narkoba
1.
Otak dan syaraf bekerja diluar kemampuan yang
normal dalam suatu keadaan yang sangat tidak wajar seperti biasanya.
2.
Peredaran dan jantung karena pengotoran darah
disebabkan oleh zat-zat yang masuk dan efek yang sangat keras dan jantung
memompa diluar dari biasanya.
3.
Pernafasan tidak dapat bekerja denan baik dan
cepat dan sangat mudah lelah.
4.
Penggunaan dosis diluar dari daya tahan
dubuhakan mendatangkan kematian secara mengerikan.
5.
Timbulnya ketergantungan baik
fisik dan psikis yang mengakibatkan timbulnya
keadaan serius karena putus obat[3]
D.
Upaya Pencegahan
Terhadap Penyebaran Narkoba
Hal yang perlu dilakukan
untuk pencegahan dari narkoba dan bahaya narkoba sendiri adalah kesadaran dari
diri manusia sendiri sehingga tidak menjadi
ketergantungan dalam pemakaian narkoba akibat dari putus obat.Pengawasan orangtua terhadap anaknya sendiri sangat dibutuhkan peran aktif dan waspada pada kelakuan anak anak di luar rumah.Banyak
aktivitas anak di luar sesekali perlu diketahui.Peran aktif dari orang tua adalah
kunci yang sangat perlu dalam melihat perkembangan dan penyimpangan yang
terjadi pada anak-anak dan keluarga sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan.
Adapun upaya yang perlu
dilakukan adalah sebagai berikut:
1.
Mendekatkan diri pada sang pencipta
2.
Memberikan edukasi pada anak tentang bahaya
narkoba
3.
Memberikan perhatian penuh kepada anak (remaja)
4.
Mengkontrol perlakuan anak remaja di dalam dan
di luar rumah.
E.
Upaya Pengobatan Para
Pecandu Narkoba
Langkah-langkah berikut
untuk pengobatan bagi pecandu narkoba:
1.
Hal yang pertama jika penderita adalah teman
atau keluarga, maka hal pertama adalah
mandi dengan air hangat, beri minum yang cukup banyak, selanjutnya beri makanan
yang bergizi
dan jumlah sedikit dan cukup sering. Apabila kurang efektif bisa meminta
bantuan dari dokter.
2.
Melakukan detoksifikasi, langkah seperti
mengobati pecandu narkoba bisa dilakukan detoksifikasi untuk
menghilangkan racun atau zat-zat lain dari tubuh dengan cara menghentikan
keseluruhan pemakaian semua zat yang aktif.
3.
Rehabilitas, dengan menjalani semua proses
detoksifikasi dengan tuntas dan bersih. Tes urin, memang dalam tubuh tidak terdapat beberapa zat lagi akan tetapi pikiran dan perasaan seorang yang
sudah candu akan bisa menimbulkan efek lagi akibat ketergantungan dan rindu.
Sehingga pikiran melayang layang dan renta
akan menjadi terjangkit kembali. Maka demikian perlu dilakukan perlindungan
lingkungan dan pergaulan yang bebas dari lingkungan pecandu, seperti masuk
panti rehabilitas dsb.
F.
Pengertian Pergaulan
Bebas
Pergaulan adalah suatu kebutuhan hidup dari makhluk hidup lain
manusia sebab manusia sendiri adalah makhluk sosial yang dalam kesehariannya dan aktivitas membutuhkan orang lain. dan hubungan antar manusia dibina
melalui suatu pergaulan (Interpersonal
Relationship). Pergaulan juga bisa dikatakan dengan HAk asasi manusia (HAM) setiap manusia ada batasan
dan perlakuan diskriminasi terhadap orang lain.
Jadi pergaulan antar manusia harusnya bebas, tetapi tetap mematuhi norma
hukum, norma agama, norma budaya, serta norma bermasyarakat.[4]
Pergaulan anak bebas
untukusia remaja apalagi pada era milenial
masih menjadi suatu polemik di masyarakat. Era milenial berjalan semakin cepat
dan berjalan dengan seiringnya waktu dibarengi dengan kemajuan teknologi sekarang ini, mudahnya mengakses segala informasi dan berdampak pada anak anak remaja.Karena masa remaja adalah masa yang
rentan karena masa peralihan dari masa remaja menuju dewasa.
Dalam kurun waktu
terakhir, pergaulan bebas merupakan adalah tingkah laku yang sangat memprihatinkan,
diantara berbagai macam pergaulan bebas
seperti sek bebas tawuran minum alkoholdsb
Hubungan seksual diluar
nikah akan mendatangkan risiko kehamilan dan dapat merupakan bendungan dan pergaulan terhadap yang bebas dalam
bidang seksual remaja. Orang Tuayang sibuk
bekerja menyebabkan, orang tua yangterlalu
sibuk bekerja menyebabkan berkurangnya interaksi orang tua dengan anak. Hal ini
menyebabkan berdapmap pada pembentuk kepribadian anak dan remaja menjadi lebih
agresif dan dipengaruhioleh faktor lain lingkungan
dan sekolah. Bisa jadi peran media massa mungkin bisa menggantikannya.
Dengan kurangnya
perhatian penuh dari orang
tua, akan mengakibatkan penanaman modal nilai nilai agama berdampak pada pergaulan da berakibat remaja dengan gampangmelakukan
suatu hubungan di luar nikah dan akan terjadi kehamilan. Dilihat dari kondisi
ini akan tidak siap untuk menjadi seorang
pasangan suami istri akan menghindari tanggung
jawab, maka dari itu akan terjadi yang nama nya Aborsi (Menggugurkan).[5]
G.
Faktor Penyebab Terjadinya
Pergaulan Bebas
- Faktor
dari orang tua
Para orang tua perlu
menyadari bahwa zaman telah berubah.Budaya yang hidup pada kaum muda masa kini,
sangat jauh berbeda dengan jaman para orang tua masih remaja dulu.Sistem komunikasi, pengaruh media massa, kebebasan pergaulan dan modernisasi di berbagai bidang
dengan cepat mempengaruhi pola pikir dan
perilaku anak-anak kita.
Pengaruh pergaulan yang
datang dari orang tua dalam era modern seperti saat ini, dapat kita sebutkan
diantaranya: untuk kesenjangan pada sebagian masyarakat
kita masih terdapat beberapa anak anak yang merasa bahwa orang tuamereka ketinggalan jaman dan urusan anak muda.
Anak-anak muda cenderung meninggalkan dan merasa acuh tak acuh terhadap orang
tua mereka, termasuk dalam menentukan bagaimana mereka akan bergaul. Sementara
orang tua tidak menyadari kesenjangan ini sehingga tidak ada usaha
mengatasinya.
- Faktor
Agama
Keimanan merupakan
landan hidup seseorang individu yang sangat aman penting dan mendasar sekali.
Tanpa ada bimbingan agama dari hidup seseorang akanmenjadi
sangat kacau, karena mereka tidak mempunyai
pandangan hidup sama sekali. Agama dan keiamanan jua dapat membentuk
kepribadian individu denan individuk agama akan mengajarkan man yang baik dan
mana yang benar.
- Faktor
Perubahan Zaman
Seiring dengan pekerjaan zaman, kebudayaan pun ikut berkembang
atau yang lebih dikenal di era globalisasi.Remaja biasanya
lebih tertarik dengan kebudayaan barat yang
berbeda dengan budaya lokal, sehingga memicu
salah dalam pergaulan pada umumnya.
- Faktor
Dari Diri Sendiri
Orang yang muda sebagai
pelaku utama dalam pergaulan, tentara harus yang pertama menyadariakan kerawanan mereka dalam bergaul.
Tentunyaakan menentukan jalan hidupnya
sendiri. Jika semakinbesar pergaulannya akan semakin besar pergaulannya akan semakin besar pula kehati-hatian nya dalam bergaul. Orang Muda
sebagai pelaku utama dalam pergaulan, tentunya harus yang pertama menyadari
akan kerawanan-kerawanan mereka dalam pergaulan. Jadi, mereka sendiri yang
menentukan jalan hidupnya.[6]
H.
Akibat Yang Ditimbulkan
Dari Pergaulan Bebas
Setelah
kita lalui bersama banyak sekali pergaulan bebas yang terjadi sebagai berikut:
- Bagi
diri remaja itu sendiri akibat dari kenakalan yang dia lakukan akan
berdampak bagi dirinya sendiri dan sangat merugikan baik fisik dan mental
seseorang, walaupun perbuatan itu dapat memberikan suatu kenikmatan, akan
tetapi itu semua hanya kenikmatan sesaat saja. Kenakalan yang dilakukan
yang dampaknya bagi fisik yaitu seringnya terserang berbagai penyakit
karena gaya hidup yang tidak teratur. Sedangkan dalam segi mental maka
pelaku kenakalan remaja tersebut akan mengantarnya kepada mental-mental
yang lembek, berfikir tidak stabil, kepribadiannya akan terus menyimpang dari segi
moral dan endingnya (akhirnya) akan menyalahi aturan etika dan estetika
yang berlaku di masyarakat.
- Bagi
keluarga anak merupakan penerus keluarga yang nantinya dapat menjadi
tulang punggung keluarga. Apabila orang tuanya tidak mampu lagi bekerja
dan oleh para orang tuanya apabila anaknya berkelakuan menyimpang dari
ajaran agama akan berakibat terjadi ketidakharmonisan dalam keluarga tersebut, komunikasi
antara orang tua dan anak akan terputus. Dan tentunya ini sangat tidak
baik, sehingga mengakibatkan anak remaja sering keluar malam dan jarang
pulang serta menghabiskan waktunya bersama teman-temannya untuk
bersenang-senang dengan jalan minum-minuman keras, mengkonsumsi narkoba
dan narkotika.
- Bagi
lingkungan masyarakat, didalam kehidupan bermasyarakat sebenarnya remaja
sering bertemu orang dewasa atau para orang tua, baik itu di tempat ibadah maupundi
tempat
lainnya, yang mana nantinya apapun yang dilakukan oleh orang dewasa maupun orang tua itu akan menjadi
panutan untuk kaum remaja. Dan apabila remaja sekali saja berbuat
kesalahan dampaknya akan buruk bagi dirinya, dan keluarga. Sehingga
masyarakat menganggap remajalah yang sering membuat keonaran,
mabuk-mabukkan ataupun mengganggu ketentraman masyarakat mereka dianggap
remaja yang memiliki moral yang rusak.
I.
Pencegahan Pergaulan
Bebas
Pergaulan yang bebas
dapat dikurangi dan dicegah sebagai berikut:
1.
Pentingnya perhatian dan kasih sayang
dari orang tua dalam hal apapun
2.
Pengawasan dari orang tua yang tidak kasar dan mengekang anak. Pengekangan sendiri bisa jadi serang akan berpengaruh kondisi psikologisnya. Dihadapan orang tuaakan
lebih baik, tetapi setelah keluar rumah akan menjadi buruk.
3.
Seorang anak setidaknya bergaul dengan orang sebaya,
yang beda usia rentang 2-3 tahun lebih tua darinya. Sehingga gaya hidupnya,
yang mungkin berbeda akan mengubah pola
pikirnya.
4.
Pengawasan yang lebih terhadap media komunikasi,
seperti internet, Handphone dll. Karena di era sekarang era yang sekarang
banyak anak terjerumus ke dalam dampak negatif dari media komunikasi.
5.
Perlu bimbingan dan kepribadian bagi seorang
anak agar dia mampu memilih dan membedakan mana yang baik dan mana yang buruk terhadap
dirinya.
6.
Perlunya pembelajaran agama yang diberikan sejak
dini, seperti
beribadah , mempelajari kitab suci agama, dan mengunjungi tempat ibadah yang
ada sejarah kehidupan moral[7]
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pergaulan yang baik dan
buruk sangat mempengaruhi dari kepribadian seseorang mulai dari tingkah laku dan
kepribadiannya sendiri. Pergaulan yang baik akan membentuk karakter yang baik
Sedangkan pergaulan yang buruk akan mempengaruhi kepribadian menjadi buruk
juga, pergaulan yang buruk akan mengacu pada pergaulan yang bebas, itulah yang
harus dihindari dari kehidupan sehari hari
supaya mengarah pada hal baik, terutama pada anak-anak dan remaja sekarang.
Dilihat dari sisi
edukasi dan pergaulan sudah sangat jelas mengganggu pelajarannya, Sedangkan dari sisi kesehatan penggunaan narkoba akan menyebabkan penyakit yang ketergantungan dan timbulnya berbagai penyakit di seluruh tubuh mulai dari sakit
jantun, gigi, gangguan pada otak, gangguan pada
pembuluh darah, gangguan pada kulit akibat dari jarum suntik yang dipakai, gangguan pada pembuluh darah, gangguan pada sistem
pencernaan dan penyakit menular yang biasa
kita ketahui dengan HIV/AIDS dan penyakit kronis lainnya.
B.
Saran
Berdasarkan pemaparan
yang tertera dalam makalah ini semoga kita semua memahami dan tentan bahaya narkoba dan pergaulan bebas yang ada di sekitar kita
supaya nama dan reputasi dari keluarga terjaga dengan baik dan hidup terbebas
dari penyakit, moral dan asusila yang menyimpang.
DAFTAR PUSTAKA
Darnoto, dkk.,
Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara, Pergaulan
Bebas Remaja Di Era Milenial Menurut Perspektif Pendidikan Agama Islam,
Jurnal Tarbawi Vol. 17. No. 1. Januari - Juni 2020, hlm. 47-48
Fransiska Novita
eleanora, Bahaya Penyalahgunaan Narkoba
Serta Usaha Pencegahan Dan Penanggulangannya (Suatu Tinjauan Teoritis), FH
Universitas MPU Tantular Jakarta Jurnal Hukum, Vol XXV, No. 1, April 2011, hlm.
441
Gunarso,Singgih D, Psikologi Perkembangan (Jakarta: PT
Gramedia, 1988), hlm. 53-54
Sabila, Psikologi Remaja dan Karakteristik (Jakarta:PT Gramedia, 2010),
hlm. 73
Wahjoedi,landasan evaluasi pendidikan jasmani
(Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2001), hlm. 142-143
[1]Fransiska Novita eleanora, Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Serta Usaha Pencegahan Dan
Penanggulangannya (Suatu Tinjauan Teoritis), FH Universitas MPU Tantular
Jakarta Jurnal Hukum, Vol XXV, No. 1, April 2011, hlm. 441
[2]Ibid., 442-443
[3]Ibid., 444
[4] Sabila, Psikologi
Remaja dan Karakteristik (Jakarta:PT Gramedia, 2010), hlm. 73
[5]Darnoto, dkk., Universitas Islam Nahdlatul Ulama
Jepara, Pergaulan Bebas Remaja Di Era
Milenial Menurut Perspektif Pendidikan Agama Islam, Jurnal Tarbawi Vol. 17.
No. 1. Januari - Juni 2020, hlm. 47-48
[6] Gunarso,Singgih D, Psikologi Perkembangan (Jakarta: PT
Gramedia, 1988), hlm. 53-54
[7] Wahjoedi,landasan
evaluasi pendidikan jasmani (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2001),
hlm. 142-143
Komentar
Posting Komentar